Setup Raspberry Pi dengan OS Raspbian Tanpa Monitor

Raspberry Pi, sering juga disingkat dengan nama Raspi, adalah komputer papan tunggal (Single Board Circuit /SBC)yang memiliki ukuran sebesar kartu kredit. Raspberry Pi bisa digunakan untuk berbagai keperluan, seperti spreadsheet, game, bahkan bisa digunakan sebagai media player karena kemampuannya dalam memutar video high definition. Raspberry Pi dikembangkan oleh yayasan nirlaba, Rasberry Pi Foundation yang digawangi sejumlah developer dan ahli komputer dari Universitas Cambridge, Inggris. (id.wikipedia.org)

Layaknya sebuah komputer, Raspi memerlukan Operating System untuk bekerja. OS yang saat ini sudah support dengan Raspi salah satunya adalah Raspbian. Raspbian adalah OS berbasis linux dari Debian 7 (Wheezy). Bagi saya pemilihan dari penggunaan OS sendiri tergantung tujuan dan juga kebiasaan dari user. Saya memilih Raspbian karena kebiasaan saya menggunakan Ubuntu. Dimana Ubuntu adalah distro turunan dari Debian. Dan Debian yang begitu stabil cocok untuk keperluan server. Dan dengan raspbian ini saya akan menggunakan Raspberry Pi sebagai mini server dari sebuah system micro-controller dan mobile phone pada lingkup Local Area Network di rumah. Sangat seru sekali, 🙂 mari kita mulai.

  1. Langkah pertama adalah download image dari OS Raspbian disini, lalu extract file.zip pada sebuah directory. Disini saya akan membahas installasi dengan OS Linux. Bagi pengguna Windows dapat click referensi berikut untuk menginstall Raspbian dari OS Windows.
  2. Setelah download selesai, lakukan check SHA1SUM untuk memastikan bahwa image OS yang kita download apakah korup atau tidak.

    jxvn@X452C:~ > sha1sum /home/jxvn/Downloads/2015-02-16-raspbian-wheezy.zip 
    b71d7b61f44e9bd582df71c9be494c271c97650f  /home/jxvn/Downloads
    /2015-02-16-raspbian-wheezy.zip
    


    raspbiansha1sum-r1

    Jika hasil sha1sum sama dengan yang tercantum di official web-site Raspberry Pi maka image OS Raspbian yang didownload tidak ada masalah.

  3. SD card yang disarankan minimal berkapasitas 4Gb. Setelah SD card siap, masukkan ke dalam card reader lalu lakukan perintah df -h untuk check kapasitas dari partisi dari SD card.

    jxvn@X452C:~ > df -h
    Filesystem                 Size  Used Avail Use% Mounted on
    /dev/mapper/mint--vg-root  457G  236G  199G  55% /
    none                       4,0K     0  4,0K   0% /sys/fs/cgroup
    udev                       2,7G  4,0K  2,7G   1% /dev
    tmpfs                      542M  1,4M  541M   1% /run
    none                       5,0M     0  5,0M   0% /run/lock
    none                       2,7G   76K  2,7G   1% /run/shm
    none                       100M  8,0K  100M   1% /run/user
    /dev/sda1                  236M   45M  179M  21% /boot
    /dev/mmcblk0p1             3,8G  4,0K  3,8G   1% /media/jxvn/16FC-53B1
    


    terlihat mounting SD card pada /dev/mmcblk0p1. Adakalanya SD-card terlihat sebagai /dev/sdd1. Dan jika partisinya tunggal akan terlihat seperti contoh di atas, namun jika lebih dari satu akan terlihat beberapa partisi. Pada kasus lebih dari satu partisi saya akan delete semua dan format ulang sehingga semua SD card akan digunakan oleh Raspberry Pi.

  4. Langkah berikutnya adalah dengan melakukan umount pada SD card tersebut. Begitu juga apabila kita tidak ingin menghapus partisi lainnya semua juga tetap harus di umount. Dengan di umont maka system akan dapat menjalankan semua process copy image OS ke SD card.

    jxvn@X452C:~ > umount /dev/mmcblk0p1 
    

  5. Langkah terakhir adalah dengan melakukan perintah dd untuk menulis image ke dalam SD card. perintah dd ini memerlukan hak akses super user dengan menambahkan sudo. Dan perlu diketahui dalam proses dd ini tidak terlihat progress bar, sehingga kita tidak perlu mengira bahwa system sedang error atau tidak terjadi apa-apa. Namun kita tetap bisa melihat prosesnya melalui LED pada harddisk-process atau pada card reader yang berkedip saat process dd berlangsung. Lama proses writting to disk sekitar 7-10 menit tergantung pada kinerja processor yang dipakai. Berikut perintah dd secara lengkap (highlighted) dan line information dibawahnya akan muncul setelah proses complete.
  6. jxvn@X452C:~ > sudo dd bs=4M if=/home/jxvn/Downloads/
    2015-02-16-raspbian-wheezy.img of=/dev/mmcblk0
    [sudo] password for jxvn: 
    781+1 records in
    781+1 records out
    3276800000 bytes (3,3 GB) copied, 674,107 s, 4,9 MB/s
    

Langkah berikutnya adalah melakukan pengaturan pada network interface Raspi ke dalam satu jaringan dengan komputer desktop. Pengaturan network interface di Linux berbeda dengan Windows. Linux menggunakan konfigurasi berbasis text sedangkan Windows hanya berbasis GUI. (CMIIW)
Namun sebelum melakukan pengaturan network interface, saya menggunakan topologi jaringan sebagai berikut:
topologi
Router sebagai gateway ke internet dan juga sebagai switch-hub antar clientnya. Dengan demikian antara desktop dengan Raspi bisa terhubung dalam satu jaringan.
Pada percobaan ini saya menggunakan USB wifi adapter sehingga Raspi lebih portable terhadap tempat dan juga akan terlihat lebih rapi. 🙂
raspi-pic

Letak directory SD card pada linux akan di mount di directory: /media/hostname/. Pada contoh sebagai berikut:

jxvn@X452C:~ > ls /media/jxvn/
f24a4949-f4b2-4cad-a780-a138695079ec


Tentunya berbeda komputer nama directory SD card tidak sama. Pada contoh ini di komputer saya SD card di mounting di f24a4949-f4b2-4cad-a780-a138695079ec.Jika kita lihat isi dari directory tersebut adalah file system dari Raspbian. Ketik perintah ls untuk melihat isi directory tersebut.

jxvn@X452C:~ > ls /media/jxvn/f24a4949-f4b2-4cad-a780-a138695079ec/
bin   dev  home  lost+found  mnt  proc  run   selinux  sys  usr
boot  etc  lib   media       opt  root  sbin  srv      tmp  var

Letak file konfigurasi network interfaces berada pada /etc/network/interfaces, Lalu edit file network interface tersebut sebagai berikut:

pi@raspberrypi ~ $ sudo nano /media/jxvn/f24a4949-f4b2-4cad-a780-a138695079ec/etc/network/interfaces 


Interface disesuaikan dengan media yang digunakan. Pada percobaan ini saya menggunakan USB wifi adapter sehingga yang harus diedit adalah wlan0. Jika kita menggunakan ethernet, maka yang di edit adalah eth0. Pada konfigurasi ini saya membiarkan eth0 default DHCP. Konfigurasi saya lebih lengkapnya sebagai berikut

auto lo
iface lo inet loopback

auto wlan0
iface wlan0 inet dhcp
        wpa-ssid "nama_ssid"
        wpa-psk 12345678
iface eth0 inet dhcp

Tekan CTRL+X untuk exit dari text editor nano, lalu tekan “y” untuk konfirmasi save change. Lepas SD card dengan safely remove device dan pasang pada Raspi .

Dan ketika Raspi startup, network interfaces daemon akan melakukan login ke SSID dengan password tersebut. Jika berhasil LED pada wifi adapter akan menyala. Raspi sudah siap untuk diremote dengan komputer desktop.

Remote Raspi dengan console linux dengan mengetik perintah sebagai berikut:

jxvn@X452C:~ > ssh pi@192.168.2.100


Pada perintah ssh di atas akan menampilkan sebagai berikut:

@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@
@    WARNING: REMOTE HOST IDENTIFICATION HAS CHANGED!     @
@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@
IT IS POSSIBLE THAT SOMEONE IS DOING SOMETHING NASTY!
Someone could be eavesdropping on you right now (man-in-the-middle attack)!
It is also possible that a host key has just been changed.
The fingerprint for the ECDSA key sent by the remote host is
09:c5:47:68:b6:c1:4d:4c:ef:76:d3:b5:9b:47:4b:8a.
Please contact your system administrator.
Add correct host key in /home/jxvn/.ssh/known_hosts to get rid of this message.
Offending ECDSA key in /home/jxvn/.ssh/known_hosts:4
  remove with: ssh-keygen -f "/home/jxvn/.ssh/known_hosts" -R 192.168.2.100
ECDSA host key for 192.168.2.100 has changed and you have requested strict checking.
Host key verification failed.

Peringatan di atas disebabkan oleh key verification yang tidak diketahui oleh Raspbian. Dan untuk mengatasi hal tersebut digunakan option keygen secara rekursif pada IP Address Raspi. Berikut perintah tersebut:

jxvn@X452C:~ > ssh-keygen -R 192.168.2.100
# Host 192.168.2.100 found: line 4 type ECDSA
/home/jxvn/.ssh/known_hosts updated.
Original contents retained as /home/jxvn/.ssh/known_hosts.old


Lalu langsung kita lakukan perintah SSH sebagai berikut:

jxvn@X452C:~ > ssh pi@192.168.2.100
The authenticity of host '192.168.2.100 (192.168.2.100)' can't be established.
ECDSA key fingerprint is 09:c5:47:68:b6:c1:4d:4c:ef:76:d3:b5:9b:47:4b:8a.
Are you sure you want to continue connecting (yes/no)? 


Perubahan terjadi disini, yang tadinya muncul warning sudah tidak lagi muncul. ketik “yes” untuk melanjutkan remoting. Dan session console akan tertutup. Ulangi lagi perintah SSH tersebut maka akan muncul proses yang kita tunggu dari tadi:

jxvn@X452C:~ > ssh pi@192.168.2.100
pi@192.168.2.100's password: 
Linux raspberrypi 3.18.7+ #755 PREEMPT Thu Feb 12 17:14:31 GMT 2015 armv6l

The programs included with the Debian GNU/Linux system are free software;
the exact distribution terms for each program are described in the
individual files in /usr/share/doc/*/copyright.

Debian GNU/Linux comes with ABSOLUTELY NO WARRANTY, to the extent
permitted by applicable law.

NOTICE: the software on this Raspberry Pi has not been fully configured. Please run 'sudo raspi-config'

pi@raspberrypi ~ $ 


Nah, dari sini Raspi sudah berhasil di remote walaupun belum terkonfigurasi secara penuh. Dan sekarang saatnya melakukan full configuration SSH melalui raspi-config

  1. Raspberry Configuration

    pi@raspberrypi ~ $ sudo raspi-config
    
    

  2. Maka akan muncul menu konfigurasi sebagai berikut. Pilih advanced options.
    raspi-config

  3. Tampilan pilihan advanced options sebagai berikut, lalu pilih SSH – enable/disable remote command line.
    raspi-config-enable-ssh
  4. Enter enable SSH. Dan Raspberry Pi siap untuk diremote via SSH melalui komputer desktop.
    raspi-config-enable-ssh-enable

Demikian proses setup Raspberry Pi dengan Raspbian, semoga artikel ini dapat membantu teman-teman yang sedang akan mencoba mini komputer Raspberry Pi.

Salam
Juang Nakarani

Advertisements

5 thoughts on “Setup Raspberry Pi dengan OS Raspbian Tanpa Monitor

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s